Ketika orang mendengar Pengobatan Alternatife atau membaca tulisan tentang Penyembuh Alternatife, cenderung berpikir negatif. Pikiran melayang kepada para normal dan perdukunan. Kenapa orang juga begitu mudah, memberi label Para Normal dan Dukun, identik dengan sesuatu yang negatife?
Saya berpikir pemahaman itu cenderung ditekankan oleh doktrin 'penjajah' di Indonesia saat itu. Sebab jika 'penjajah' tidak punya pengaruh dalam kehidupan masyarakat yang akan dikuasai, maka tentu juga tujuan menguasai pun pasti gagal.
Ini sekilas pembukaan;
Salam
Ki Aryo - Bagelen
Saya berpikir pemahaman itu cenderung ditekankan oleh doktrin 'penjajah' di Indonesia saat itu. Sebab jika 'penjajah' tidak punya pengaruh dalam kehidupan masyarakat yang akan dikuasai, maka tentu juga tujuan menguasai pun pasti gagal.
Ini sekilas pembukaan;
Salam
Ki Aryo - Bagelen
Betul kena larangan penjajah terutama penjajah Islam yang dikitabnya...gampang sekali cap lainnya sesat, kafir dan koar-koar haram...makanya pikiran mereka jadi negatif...BRAVO PENGOBATAN ALTERNATIF...disaat rakyat kere di goblokin habib (pedagang gujarat)arab yang sok dan jawanya sendiri yang tolol...tidak mungkin bertentangan dengan agama karena agama semua masih import..Ki
BalasHapus