Senin, 04 Januari 2010

Pengobatan Alternatife


Pengobatan Alternatif, selalu di pandang sebelah mata. Anehnya, ketika penyakit yang di deritanya tidak kunjung sembuh, setelah berobat ke Medis (Rumah Sakit, Poliklinik, melalui Jasa Dokter, Perawat dan obata-obatan) mencoba ke penyembuh Alternatif.

Dan tentu, sesuatu yang membingungkan justru terjadi pada kalangan Tokoh Agama itu sendiri. Dalam ajarannya selalu menekankan, bahwa jangan kiranya mencari kesembuhan dari penyakitnya lewat orang pintar, atau para normal jangan ke penyembuh alternatif, itu dosa/ sirik.

Penyembuhan Alternatif yang dimaksud padahal bukan seperti pandangan umum tersebut. Alternatif : cara lain atau metode lain. Beberapa Penyembuhan Alternatif yang sebenarnya layak antara lain adalah :
  1. Herbal
  2. Akupuntur (Tusuk Jarum)
  3. Refleksi
  4. Doa
  5. Pendampingan / Konseling
  6. dan mungkin masih banyak lagi yang tidak harus di cap sebagai penyembuhan yang menyimpang dari ajaran Agama.
Berita yang menggembirakan, karena banyak Rumah Sakit melalui para Dokter, Perawat dan Juru Medis yang lain, mulai memperkenal metode Penyembuhan Alternatif. Memang benar, pasien berobat di Rumah Sakit, tetapi penanganan secara alternatif (mis : Akupuntur/ Tusuk Jarum, Acupresure, juga Herbal).

Sekilas Penyembuhan Alternatif yang di maksud, selanjutnya secara sederhana akan dipaparkan tentang Penyembuhan Alternatif berdasarkan Praktek di Lapangan secara langsung, kalau toh ada penjelasan dari beberapa sumber / teori itu lebih kepada penunjang.

Salam Rahayu,

Ki Aryo Aldaka



Minggu, 03 Januari 2010

Pengobatan Alternatife

Ketika orang mendengar Pengobatan Alternatife atau membaca tulisan tentang Penyembuh Alternatife, cenderung berpikir negatif. Pikiran melayang kepada para normal dan perdukunan. Kenapa orang juga begitu mudah, memberi label Para Normal dan Dukun, identik dengan sesuatu yang negatife?

Saya berpikir pemahaman itu cenderung ditekankan oleh doktrin 'penjajah' di Indonesia saat itu. Sebab jika 'penjajah' tidak punya pengaruh dalam kehidupan masyarakat yang akan dikuasai, maka tentu juga tujuan menguasai pun pasti gagal.

Ini sekilas pembukaan;

Salam

Ki Aryo - Bagelen